Kamis, 28 Juli 2011

my cerpen


EMPAT SEKAWAN
Hay kenalkan nama ku jajang hidayat, kini aku duduk dikelas dua SMA NEGERI 1 TUMIJAJAR dengan jurusan IPS. Aku punya shabat yang membuat ku terbuai dengan semua impian dan harapan dia dalah arifki, kornelius dan hendra saputra. Namun yang hingga kini masih berkumpul hanya hendra saja. Arifki entah dimana, kornel meski satu sekolahan ia sibuk dengan berbagai aktivitasnya.akupun memberi julukan kelompok kami empat sekawan. Nama yg sering dipakai kornel adalah virus,aku kambing, arifki sapi sedangkan hendra adalah sapu. Bagaimana kami mendapatkan julukan itu nanti aka kuceritakan. Bukan sesuatu yang mudah buat seorang seperti ku untuk bersekolah. Butuh perjuangan ekstra keras untuk mendapatkan pendidikan sampai saat ini. Aku berasal dari keluarga tak mampu disebuah desa terpencil didaerah ku. Orang tua ku seorang p[etani paruh baya, dan ibu ku seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai buruh tani untuk membantu bapak ku mencari nafakah. Aku bahagia memiliki orang tua seperti mereka yang tak pernah mematahkan semangat anak-anaknya meraih cita-cita. Ayah ku slalu berwasiat kepada ku untuk bisa meraih cita-cita guna merubah kehidupan keluaraga. Aku bersyukur meski ku berasal dari keluarga tak mampu aku dianugrahi kepandaian oleh ALLAH Yang Maha Esa.
* * * *
Waktu itu tahun 2006 aku lulus SD di desaku, aku senang karena aku sekolah selama 6 tahun selalu jadi yang terbaik. Namun, kesaenangan itu hanya sesaat. Aku ingat perjuangan ku tak cukup sampai disini. masih jauh perjuangan ku untuk meraih cita-cita. Aku frustasi dan hilang semua impian ku. Rasanya tak mungkin akan kuraIh mimpi-mimpi ku ini. Karena, aku tak yakin bisa melanjutkan sekolah ku kembali. Aku tak tega menambah beban bapak dan ibuku dengan keinginan ku ini. Sedangkan untuk makan sehari-hari saja kami masih harus berhutang kepada tetangga dan saudara. Bagaimana aku bisa melanjutkan sekolah ? disela-seala hari libur ku aku sering ikut kuli bersama orang-orang tua didesaku bekerja kepada tuan tanah didaerahku. Meski aku masih kecil aku slalu berfikir untuk bisa membantu orang tua ku. Capek dan leti menguras keringat terbayar ketika pulang membawa uang kuserahkan semua kepada ibuku. Namun, ibu sepertinya tak tega melihat ku seperti ini ia enggan menerima uang hasil jerih payahku. Hanya senyum manis dari bibirnya dan terlontarkan seucap kalimat “Tabung saja uang mu itu nak “ . ..gunakan uang itu sebaik munkin. Itu kalimat yang ia ucapakan kepadaku. Air mata pun jatuh dari mataku dan dalam hati aku berjanji “Ibu akan ku bahagiakan u kelak dan tak akan ku kecewakan diri mu”. Dari peristiwa itu motivasi ku menjadi 1000% aku pasti bisa meraih cita-citaku.
Malam ini bulan bersinar begitu terang, kami sekeluarga aku, bapak,ibu dan adik-adik ku berkumpul sambil makan seadanya. Nasi tiwul dan sambel dan ikan asin sebagai lauknya menjadi santap malam kami saat ini.
Bapak: “ jang bapak lihat kamu sekarang sering murung dan terlihat sedih, ada apa nak ? kapada orang tua itu harus terbuka. Klau da masalah kita pecahkan bersama, ya kan bu ?
Ibu : “ iya pak, jang kalau da masah teh jangan seperti itu atuh, tidak baik.kamu kan masi puinya ibu, bapak adik-adik kamu yang syang sama kamu. Ayo atu cerita....
Jajang: “ ibu, bapak bukanya jajang teh tidak mau cerita, tapi jajang teh tidak mau nambah kesusahan buat ibu sama bapak.
Bapak : “ ehhh jajang tidak ada masalah yang tida bisa disaelesaikan kalau yang punya masalah teh ada kemauan untuk menyelesaikan.
Ibu :” jajang anak bapak sama ibu, ibu tau kamu anak yang baik, dan ibu yakin kamu mau bercerita sama ibu.
Jajang : “ baiklah ibu bapak kalau begitu, tapi sebelumnya ibu sama bapak jangan marah ya?
Bapak :” ia ibu sama bapak pasti tidak akan marah.
Jajang :” begini ibu bapak, jajang teh uda lulus dan jajang teh punya impian bisa membahagiakan ibu sama bapak. Tapi jajang tida mau menambah beban ibu sama bapak gara-gara impian jajang ini. Jajang teh ingin melanjutkan sekolah pak, jajang gak mau melihat ibu sama bapak hidup susah melulu. Jajang yakin kalau jajang sekolah sampai tinggi terus jajang jadi orang sukses pasti bapak sama ibu gk bakalan hidup susah seperti ini lagi bu.
Bapak : “ jadi itu masalah mu toh nak...bapak juga selama ini berfikir sama seperi kamu jang, bapak keopingin kalau anak-ankan bapak bisa jadi orang pinter semua, dan kita tida dipandang sebelah mata oleh orang lain lagi, gak akan dihina karena terlambat membayar hutang.
Ibu : “ Nak kenapa kamu malah bersikap seperi itu?Ibu sama bapak akan selalu dukung kamu, jadilah anak yang berbakti kepada orang trua. Dan ingat jangan kamu sekali-sekali melanggar apa yang kami beri tahukan kepada mu, kalau kamu ingin jadi orang sukses kamu teh harus nuru sama bapa ibu ya nak?
Jajang :” iya ibu bapak, aka jajang ingat-ingtat semua pesan-pesan dan nasihat yang bapak sama ibu berikan. Jajang kepingen sekolah lagi bu,pak..
Tapi meliha seperti ini apa mungkin?
Bapak :”husssssttt...nak kalu aqda niat yang keras pasti Allah akan memberikan jalan, yang penting kamu doakan ibu sama bapak sehat dan tidak ada halangan sedikit papun.
Ibu :”jajang, ibu bangga sama kamu, kamu masih kecil namun suda memikirkan masa depan kamu, jangan pernah menyerah nak, dan jangan lupa usaha harus dibaberingi doa ya nak?
Jajang :”ibu bapak , terimakasi ya ? kebahagiaan yang tak ternilai harganya bisa punya bapak dan ibu. Jajang janji akan nurut sama ibu dan bapak. Tapi dari mana uangnya pak, bu ?
Bapak : “ jajang teh jangan mikirin uang, yang penting belajar yang rajin, sholat jang kelewatakan, doakan ibu sama bapak sehat, suda itu saja. Masalah uang teh sudah tanggung jawab bapak sebagai orang tua.
Jajang :” ia pak bu.....

Mata ku berbinar-binar dan tak sanggup menahan haru, aku sedih. Aku tak mau menyusahkan bapak dan ibuku namun aku juga tak mau kehilangan impian ku. Aku berjanji kepada diriku sendiri tak akan ku kecewakan jerih payah ayah dan ibuku nanti.
Bapak :” kapan pendaftarannya ten jang ?
Jajang : besok pak....
Ibu : “ ya sudah pak besok antarkan jajang kesekolahan smp dan mendaftar disana ?
Bapak :” adu buk, besok teh bapak masi harus menyekesaikan kerjaan disawan pak pesirah atuh buk? Kuamaha nya....
Jajang :” bapak sama ibu, yang penting do”anya saja buk, jajng teh bisa berangkat sendiri....
Bapak :” yang bener kamu jang?
Jajang : ia ibu bapak.....
Malam semakin larut, ibu segera membereskan makanan yang tadi kami makan, dan perbinjangan kami pun kami tutup dengan ayanh menyuruh ku untu tidur bersama adik laki-alki ku. Diranjang yang reot dari bambu buatan kakek ku dan beralaskan tikar yang sudah rusak aku dan adik ku tidur.
Namun mata ini sulit untuk kupejamkan,aku tak sabar untuk segera kesekolah smp yang ku dambakan.SMP 1 TBU, dimana smp itu smp favorit didaerahku. Sambil menatap keatas, kulihat genting yang sudah bocor, dan dinding dari bilik bambu yang sudah rusak dimakan usia. Wajar rumah ini suda berusia 11 tahun, seumur dengan ku. Aku berfikir kembali dan berangan –angan kelak dewasa nanti kakn ku buatkan rumah untuk bapak dan ibuku. Namu dari kejauhan sayup-sayup terdengar obrolan. Suara itu datang dari kamar bapak dan ibu. Bukan bermaksud untuk menguping namjun kurasa itu sangat penting.
Bapak :”buk gemana utuh kita bisa dapet uang untuk biaya sekolah si jajang?
Ibu :”iya pak, ibu juga bingung. Buat beli buku, baju, belum nanti biaya masuknya?
Bapak :” buk bagaimana kalau kita pinjam uang atau emasnnya pak Muhidin?
IBU :”apa dia mau membantu kita pak?
Bapak:” pasti mau bu, dia sudah berteman baik denga bapak, pasti pak Muhidin teh mau membantu kita.
Ibu :”pak kalau kita mau pinjam uang pasti tidak ada, kalu emas pasti pak muhidin ada, dan itu teh tidak sedikit bapak? Kira-kira 10 gram, mau bayar pake apa nanti?
BapaK :” buk kita ada kebon singkong kira-kira 6 bulan sudah bisa dipanen, bapak ras itu cukup untuk mengembalikan emas sebanyak itu.
Ibu : ya sudah besok pagi-pagi bapak kerumah pak muhidin ya pak.

Dari percakapan tersebut aku tak sanggup untuk menahan deraian air mata ini aku gak tega bapak harus memohon-mohon bantuan kapada orang lain. Tapi, aku sadar hanya dengan cara itu aku mendapatkan biaya sekolah...ibu bapak aku janji kakn buat kalian bahagia.
Tak terasa hari semakin malam, udarapun semakin dingin terasa karena dinding kami dari bilik bambu. Akupunterlelap tidur dalam dinginnya malam bersama mimpi-mimpi ku.
****


Suara adzan shubuh berkumandang, sontak bagaikan alaram yang membangunkan ku.akupun segera menuju dapur dan kesumer mengambil air wudzu.
Seperti biasa ibuku ternyata sudah bangun dari tadi, dan suda menyalakan api dalam tungku. Menanak nasi untuk sarapan dipagi hari ini.
Ibu :”sudah bangaun nya jang, buruan atuh sholat shubuh?
Jajang :”ia buk, ia.....
Ibu :”sholat terus siap-siap berangkat ke smp. Janga sampai telat nyak jang ?
Jajang :”ia bu, jajang mw wudzu dulu ya buk.
Akupun segera mengambil air wudzu, dan kemudia menjalankan kewajiban ku sebagai umat muslim. Dalam doaku kupanjatkan rasa syukur dan memohon slalu diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan.pagi ini aku senang bercampur gugup. Aku akan bertemu dengan orang-orang jenius didaerah ku. Wajar yang daftar kesini rata-rata orang-orang pintar dan berasal dari kslsngsn orang berada. Namun aku slalu ingat akan pesan guru sd ku. Hidup ini akan bertambah berat jika kita hanya terus menerus mengeluh. Tetapi jika kita menjalani hidupo ini dengan gembira dan selalu beryukur maka hidup ini akakn terasa nikamat.maka nikmatilah hidup mu, anggaplah masalah dan cobaan sebnagai jalan yabg rusak yang harus kita leawati. Dari kalimat itu aku jadi semangat dan siap melewati rintangan apapu. Aku percaya ALLAH menyukai hambanya yang bersungguh-sungguh. Dan sebagaimana firman Allah “ tidak akan ada kaum yang akan merubah suatu kau kecuali kaum itu sendiri. Semanata ku kian menggebu-gebu. Dengan sepeda ontel peninggalan kakekku aku akan pergi menuju smp mendaftarkan diri sebagai siswa SMP NEGERI 1 TULANG BAWANG UDIK.
***




Pagi Ini Aku Telah siap berangkat, kukenakan baju merah hati seram SD, yang sudah lusuh dimakan usia. Namun aku tetap percya diri. Tak ada rasa minder dihati ku.
Ibu :” sudah kasep pisan uiiii....aduh anak ibu, buruan atuh jang sarapan.
Jajang :”ah ibu bisa ajah. Masak apa bu?
Ibu : “masak sayur asem, hayuk buruan sarapan.
Jajang :” ia bu, buk bapak kemana ? kok sudah tidak ada?
Ibu :” yah paling teh sudah disawah jang, biar nanti ibu yang anterin makananya.
Jajang :”doakan jajang ya buk?
Ibu :” ya nak ibu teh akan selalu doakan kamu, semoga kamu bisa jadi orang yang sukses, jangan kayak ibu yang Cuma jadi buruh tani saja.

Nasihat itu mengantar kan aku meraih mimpi-mimpi ku. Dengan mengguanakan sepedah kayuh yang sudah tua aku berangkat menuju smp 1 tbu. Jalan yang rusak penuh batu terjal kulewati sendiri. Lumayan jauh 20 km ku susuri jalan dari rumah ku menuju smp impianku. Sekitar 1 jam perjalanan akhirnya aku sampai.
Suasana sekolahan sesuai dengan apa yang aku bayangkan. Suasana sudah ramai ratusan calon siswa dan ratusan pula orang tua yang menngantarkan anak-anaknya. Namu aku tak minder neski ku datang sendiri akan ku buktukan bahwa aku bisa. Akupun segera menuju ruang pendaftaran. Kudafatarkan nama ku dan ku sodorkan map berisi izasah sd dan foto ku.
Aku mendapakan 2 formulir yang harus kuisi nama lengkap dengan semua identitasku. Yang satu kuserahkan kepada panitia dan yang satu q bawa pulang.
Dan esok harus kembali kesini test tertuli masuk smp ini. Hati ku berdebar – debar. Akupun pulang dengan membawa formulir ini ku tunjukan kepada bapak dan ibuku.
***


Seminggu setelah test tersebut tibalah saatnya yang ditunggu-tunggu pengumuman apakah aku diterima disekolah ini?
Semua orang berkumpul dan berebut melihat papan pengumuman itu. Akupun salah satu diantaranya. Kulihat dari ujung ke ujung tak kunjung kulihat nama ku. Aku hampir putus asa, ditengah kegalauwan ku seorang menegur ku. Mengajak ku berkenalan dan kami pun semakin akrab, saling bertukar pengalaman.
Hendra :”hey kenalkan nama ku hendra, hendra saputra..kamu dapa memanggilku hendara.
Jajang :” nama ku jajang hidayat, oh ya keterima dirimu?
Hendra :”ya, urutan 15 nama ku, dirimu?
Jajang :” aku tidak tau, dari tadi trak kulihat nama ku.
Hendra :” jajang? Sepertinya tadi kulihat, ayo coba kembali kita lihat.
Jajang :”ya,ya ayo kita lihat kembali.
Hendra :” ok,,, lihat disini, tadi kulihat nama mu disini.

Akupun semakin gugup, namun teman baruku meyakinkan ku kembali bahwa aku diterima di sini. Semangat ku mulai kembali muncul.
Hendra :”nah...nahhh itu kawan nama mu JAJANG HIDAYAT ALAMAT WAYSIDO, urutan ke 22.
Jajang :”ia, alhamdulilahhh...Yallah.
Ternyata tertutup oleh tangan orang-orang yang melihat tadi. Aku bahagia dan tak sabar untuk ku beritahuakan bapak dan ibuku dirumah. Pasti mereka juga akan turut berbahagia. Dari perjumpaan ini aku dan hendra semakin akrab ternyata kami satu nasib berasal dari keluarga yang tidak mampu yang berharap dengan pendidikan akan merubah nasib hidup ini. Ia pun sama mengendarai sepeda kayuh sama seperti aku. Rumah kami satu arah namun ia tak sejauh rumah ku, ia hanya 10 km dr sekolah smp ini. Kami pun punlang bersama sambil bercanda tawa diperjalanan pulang kami, ia jenius dan aku fikir ia cocok menjadi seorang folsafat kata-kata, kata-katanya penuh makna meski kadang mencontoh tokoh-tokoh ternama dunia.
Meski demikian ia sangat lugu dan begitu polos, belum tau pergaulan dunia luar.
***


Hari ini tiba waktunya pembagian kelas, aku berharap memasuki kelas unggulan, aku ingin buat bangga orang tuaku. Namun munkin ALLAh punya rencana yang lebih indah, meski aku tak memasuki kelas yang ku dambakan aku tak begitu kecewa. Aku yakin dibalik ini semua ada rencana yang lebih inda aku mendapa kela vii b, hendra mendapat kelas vii f.hari-hari aku lewati disini ya, di smp yang sangat aku cintai seiring berjalanya waktu dan sosialisasi baik terhada kawasan wiyata mandala hingga siswa-siswanya. Aku mendapatkan teman-teman baru yang lebih banyak. Aku duduk dikelas vii b dan dipercayai oleh teman-teman dikelas ku untuk menjadi seorang ketua kelas.
Aku mendapa informasi bahwa setelah semester pertama akan ada perombakan kelas lagi, jadi masih ada harapan diri ku untu masu kelas vavorit dimana tempat berkumpulnya anak-anak pintar di smp ini. Dari itulah aku belajar keras dan aku harus bisa masuk kelas tersebut. Karena tidak lama lagi ujian semester akan tiba tinggal menghitung hari dengan jari.
Ujian semester usai, dan tiba waktu pembagian kelas, aku tunggu-tunggu momen ini, begitu juga hendra dengan yang lainya. Hendra suda disebutkan namanya oleh dewan guru, tinggal kaku. Nah ini...ini nama ku sungguah bahagianya diriku masuk kekelas ini. Anak-anak nya begitu solid dan tak membeda-bedakan satu sama lainya. Akupun duduk sebangku dengan sahabat ku hendra dan akupun berkenalan dengan arifki yang nota bene dia anak salah satu guru dismp ku. Selain arifki akupun berkenalan dengan kornelius, dia sama seperti denganku namun ia tak semenderita diriku, orang tuanya masih mempunya kebon karet yang lumayan luas.dari sini kami berembat menjalin persahabatan yang erat dan kami sebut hubungan persahabatan kami ini empat serangkai. Dan disini pula kami mendapat juluikan masing-masing, aku kambing karena hobiku berbicara, hendra sapu karena namanya saputara, dan sedangkan arifki kami panggil sapi bali karena ia yang paling hitam diaantara kami. Berbagai konflik kami lalui namun kami dapat menyelesaikanya dengan damai. Justru dari konflik ini kami tumbuh menjadi siswa yang pandai karena timbul persaingan belajar yang sehat.
Diantara kami yang paling pandai mtk dalah kornelius, fisika hendra, dan biologi adalah arifki. Sedangkan aku, aku tak begitu suka dengan ilmu pasti aku lebih suka ilmu sosial, dan aku juga lebih suka lagi denga pelajaran yang berbau hukum dan politik. Tak pernah ketinggalan aku menonton berita mengenai politik. Hingga aku mendapat julukan baru dari teman-tenmanku dikelas adalah anggota hewan, plesetan dari anggota dewan. Ya memang aku ingin menjadi anggota dewa dpr. Aku ingin membersihkan korupsi dilingkungan dpr pada saat ini. Tak sedikit juga teman-teman ku yang memanggilku orang politik. Hehehe....wajar yang aku obrolkan slalu yang bebau politik.



****



Perjalan pendidikan ku pun berlanjut, kini aku naik dikelas vii, aku masih tetap bersama teman-teman ku dari kelas vii dan tentunya empat serangkai. Kami seolah saudara yang sulit dipecahkan, begitu kompak kadang jahil dan nakal. Itu wujud pelampiasan kami ketika kami sterss berfikikr. ALLAH ternyata begitu baik kepada ku akupun nmendapat beasiswa jadi tak begitu meropotkan bapak dan ibu untuk membiayai ku sekolah kini aku akan lebih fokus lagi untuk belajar. Namun memang remaja yang dalam proses pencarian jti diri kadang melakukan hal yang negati, kornelius kenapa kami ia sebut virus karena ia adalah biang keladi dari semua ini. Ia yang mengenalkan aku hendra dan arifki pada film dewasa. Dari hp yang ia miliki kami berempat berunding untuk mencari flm itu dan menonton barenng-bareng. Namun beruntung kami tak jadi menonton flm yang seperti itu karena hp kornelius rusak, dan beruntung pula aku dididik oleh orang tua ku dibekali ilmu agama.
Aku tau semua ini memang kesalah kami, bukan sepenuhnya kesalah kornelius. Kami sadar persaingan yang begitu keras dikelas yang diunggulakan di smp kami, membuata empat serangkai frustasi dan butuh hiburan. Dari sini aku, hendra dan arifki yang muslim menyesal dan berjanji kepada diri sendri untuk tidak menulanginya kembali, sedangkan kornel yang berlainan agama menyesal dan bertaubat sesuai tuntunan agama yang dianutnya.
***

Hari-hari yang kami lalui sungguh sangat menyenangkan, bahkan kami tak sanggup jika harus melupakan. Hari itu aku, arifki, hendra dan kornelius sedang asyik belajar. Namun kami bosan, kami butuh hiburan. Timbul niat busuk dihati kami untuk membolos pelajaran. Aku takut namun karena kiki yang mengajak ku kuberanikan diri. Wajar ia adalah anak seorang wakil kepala sekolah.
Kiki :” esss.... bolos aja yok pelajaran ips ini ?
Hendara :” gila kamu ki?
Kornelius :”ia ayo bolos saja, aku bosen dengeri ceramah ini. Mending kita makan yok?
Jajang :”ia sh, tapi pelajaran nih aku suka banget.
Kiki :”aisss mentang-mentang orang politik, .....
Jajang :” bukannya gitu ki, mau bolos juga aku tidak ada uang..... mau makan pake apa.
Kornelius :”udah, yang penting ikut.
Kiki :” tenang aja kita makan nasi kok, gk makan batu... hahahaha. Biar aku yang bayarin. Ok......
Hendra :”asyik nih, aku ikutttttt.....
Kornelius :”hendra sapu yang juara olimpiade fisika aja mau bolos, masak kamu gk berani. Ayolah kawa katanya kita empat sekawan.
Jajang :”ok kala begitu aku ikut. Tapi kita keluarnya jangan bersamaan.

Niat buruk kamipun kami jalankan. Kiki yang mulai duluan....ia keluar dengan kornelius dengan alasan ke toilet. Sedangkan aku dengan hendra.
Kiki :”pak izin ke toilet...
Pak suroso : ia silahkan.
Kornelius :”makasih pak.
Kornelius danarifki pu sudah sukses keluar, mereka segera menuju ke kantin dan klebetulan ibunya arifki hari ini tidak berangkat, jadi kami bebas.
Kini giliran aku dengan hendra.
Pak suroso :”mau kemana nak?
Jajang :”kebelet pak sudah tidak tertahan.
Hendra :”ia pak kasihan.....
Pak suroso :”y sudah silahkan, asal jangan kekantin ya/
Hendra :”ia pak, terimakasih

Dalam hati kami senag dan tertawa,akhirnya kami bisa juga keluar dari penderitaan mendengarkan ceramah ini.
Aku dan hendrapun menyusul kiki dan kornelius menuju kantin. Namun, mereka masih menunggu kami berdua ditoilet, kami lama mengobrol ditoilet ini.
Jajang :”apa kita tidak dosa?
kami lama mengobrol ditoilet ini.
Jajang :”apa kita tidak dosa?
Hendra :”kenapa?
Kiki ;”udah, hidup ini jangan dibawa susah bawa heppy aja, okkkkk...
Jajang :tapi, ini dosa kita sudah bohong.
Hendra :”mulai ustadz jarkoni berdalill
Kiki dan kornelius sontak tertawa, kami pun asyik bercanda hingga mengobrolkan tentang impian.
Kiki :”kalian kesekolah mau ngapain?
Kornelius :mau pinter....
Kiki : “law kamu dra...
Hendra :” sama saja, aku juga ingin pinter.
Jajang :”kalu aku ingin merubah nasib, tapi akhir-akhir ini aku stres, tak tau kenapa.
Kiki :”jang bukan aku mau merusak impian kalian, tapi aku gak mau sahaba-sahabat aku tak pernah merasakan kebahagiaan, aku ingin kalia tuh selalu tertawa. Dan empat sekawan bisa menorehkan sejarah di smp ini, sekolah juga pasti ngerti. Kamu dra, juara olimpiade, kornel juga. Kamu juga jang termasuk orang yang pandai. Dan kita juga dikelas unggulan. Kalau kita berfikir keras melulu kita akan gila,.
Kornelius :”tadi sepertinya ada yangmau menlaktir nh.
Kiki :”ia aku tak lupa kok, y sudah ayokita makan.
Hendra :asyik.....

Kamipun makan di kantin sekolah ku, tak henti-hentinya kami saling mengejek, bercanda ria. Tertawa seolah-olah tanpa beban.
Ditengah asyknya tertawa, hendra mengajak kami meneruskan petualangan membolos kami pada hari ini. Memank teman-teman yang gila. Hingga aku berfikir orang pintar dan orang gila tak da bedanya.hendra mengajak kami ke pematang sawah. Melihat luasnya sawah yang tak sanggup kami ukur sendiri. Pemandangan yang indah, hawa yang sejuk kami duduk digubuk tengah-tengah sawa. Disini kami membahas mata pelajaran yang kami tinggalkan. Terjadi perdebatan diantara kami apa lagi aku dengan kornelius yang hobi berdebat. Setelah itu kamiberlari ketengah-tengahpematang sawa. Bercan , berteriak, bahkan tertawa terbahak-bahak. Teman-teman ku memang gila selalu aja niat busuk menjadi sesuatu yang menyenangkan.
***

1 tahun kemudian.......
kini kami telah duduk dikelas 3, dan satu hari lagi kami akan mengikuti ujian nasional, kami frustasi dan stres, rasanya tak adil sekolah 3 tahun hanya lulud ditentukan dengan waktu 3 hari. Hemmmmzzzz......
timbul dibenak kami untuk mabuk-mabukan, namun beruntung aku, kornelius dan hendra tak terpengaruh. Namun sayang arifki malah menggila, ya dia memang orang kaya. Kini ia tak berfikir panjang. Ia sekarang berfikir semua bisa selesai dengan uang. Kali nih ia ingin menikmati hidupnya masa-masa remaja. Ia kini berani mengkonsumsi miniman keras bahkan hingga narkoba. Aku sedih empat sekawan hancur dan tak solid lagi dipenghujung tahun ajran dimana kami kan berpisah. Kiki memilih jalan yang sama. Tapi aku tetap akan meraih mimpiku dan akan menyatukan kembali empat sekawan ini. Akan kusadarkan kiki perlahan. Kini yang bertahan tinggal aku dan hendra , kornelius menjauh dari ku karena konflik ini.ia tak mau ikut pusing.
Hari ini, senin 20 mey 2008 kami ujian nasional, tak terlihat ketegangan dimukanya kiki karena ia te;lah mempunyai kunci jawaban ujian nasional ia begitu pd, berbeda dengan kami, begitu gugup dan takut tak lulus. Namu Bapak kepala sekolah selalu memotivasi kami “ketika kalian gugup berzikirlah, tentu kalian akan tenang”. Kiki mengangap remeh, un ia anggap proyek yang bisa selesai dengan uang.
bersambung...............

0 komentar:

Posting Komentar